Saturday, 13 April 2013

Last Tango in Paris

Jalinan hubungan sepasang manusia kadang tak bisa diduga alurnya. Ada yang sederhana dan ada yang rumit sekaligus unik. 

Detail
Judul: Last Tango in Paris
Penulis: Robert Alley
Penerbit: Serambi (2011)
Halaman: 250h


Pernahkah kamu merasa sedih karena ditinggal seseorang? Kesedihan yang bisa membuatmu gila, kacau sesaat atau beberapa lama dan membuatmu melakukan hal-hal di luar kebiasaan tanpa kamu sadari?

Novel yang diadaptasi dari salah satu film terpopuler sepanjang masa ini, berkisah tentang Paul seorang duda pewaris hotel lama tak terawat yang ditinggal mati oleh istrinya secara tidak wajar (mati bunuh diri). Ditengah kebingungannya, Paul bertemu dengan Jeanne secara beruntun tanpa disengaja, di jembatan, di kafe dan terakhir, di apartemen yang disewakan. Jeanne memang sedang mencari apartemen untuk tempatnya tinggal dengan pacarnya Tom, dan Paul bukan dengan sengaja menguntit Jeanne sampai di apartemen karena Paul sudah sampai duluan. (Kecuali Paul mendengar pembicaraan telepon Jeanne yang samar dengan ibunya saat di telepon umum) (*belum jamannya handphone  bro).

Mereka tertarik satu sama lain dalam kebutuhan yang berbeda, Jeanne ingin mencari cinta yang berbeda dari cintanya yang berjalan datar dan monoton, dan Paul membutuhkan tempat untuk melampiaskan kebingungan dan kemarahannya akibat kematian istrinya yang tiba-tiba. Mereka bertemu secara terus menerus di apartemen itu secara rahasia, tanpa janjian dulu dan terlebih, mereka menjaga untuk tidak saling mengenalkan diri satu sama lain, apalagi membawa cerita kehidupan 'nyata' mereka sehari-hari disana. Seakan mereka membangun 'ruangan rahasia' di apartemen itu tempat mereka melarikan diri dari kenyataan. Hal-hal yang mereka lakukan di apartemen itu tentunya untuk yang sudah cukup umur yah, saya saja sampai terkaget-kaget dan mungkin hal ini yang memicu kontroversi di berbagai belahan dunia.

Akhirnya benar-benar mengejutkan buat saya (apa saya aja yang lemot yah :>). Dan satu yang menjadi kenangan untuk novel ini,
Kalau kamu sangat ingin lari dari sesuatu dan tiba-tiba menemukan celah pelarian, apakah celah pelarianmu itu akan tampak jauh lebih bagus dari keadaan aslinya? Dan saat kamu menyadari aslinya seperti apa, kamu menyesali keputusanmu.


Joining Reading Challenge (RC): Finding New Authors 2013


Hasil blogwalking sana-sini ^^ akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk ikut Reading Challenge (RC) yang diadakan oleh Ren dari blog renslittlecorner


Hampir serasa tidak mungkin rasanya membaca tumpukan buku saya yang ada di kamar semua tahun ini, sampai akhirnya melihat ada yang namanya RC. (baru tahu hal seperti itu ada :p) Tapi tentunya ikutan RC ini kesempatan yang sangat baik dan semoga tumpukan buku saya berkurang :)) (Saya masih suka lupa diri kalau melihat deretan buku yang sedang diskon, hehe, tapi sekarang sudah mulai selektif karena kantong juga hampir jebol).

Tahun pertama ikutan dan tidak berlama-lama, dengan penuh niat dan semangat, saya mencoba mendaftarkan diri untuk level EASY (10-12 buku) dengan daftar sebagai berikut:

  1. Last Tango in Paris - Robert Alley
  2. Jane Eyre - Charlotte Bronte
  3. Warm Bodies - Isaac Marion
  4. Tokyo Zodiac Murder - Soji Shimada
  5. Perfume - Patrick Süskind
  6. Eon - Alison Goodman
  7. The Girl with the Dragon Tattoo - Stieg Larsson
  8. Life of Pi - Yann Martel
  9. Dress Rehearsal - Jennifer O'Connell
  10. Good Omens - Terry Prachett & Neil Gailman
  11. etc.. (would you lend me a book ?) :))
Maunya sih lebih banyak lagi, tapi kalau melihat daftar books to be read kebanyakan saya bisa eneg juga. haha. Dengan semangat "sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit (lama-lama tumpukan buku saya habis) :))" saya akan mencobah menyelesaikan RC ini sampai selesai. Semangatt!! ^^


Monday, 5 November 2012

No Dinner Date. -Whaaat?!!


Tes2.. Yippee.. OK Mari kita mulai. Saya baca buku ini sambil tergopoh2 membaca buku klasik yang satu lagi. Ga selesai-selesai tu buku, padahal buku pinjeman.. maaf @ayurisya :’( Akan segera kuselesaikan dan dibuat reviewnya tentunya.

Detail
Judul: No Dinner Date.
Penulis: Intan Lui B
Penerbit: Homerian Pustaka (2010)
Halaman: 180h

Hai.. selamat berjumpa dengan saudari Violet Vienna, sang kritikus makanan, yang lidahnya itu benar-benar ahli mencicipi makanan. Lidah terlatih dari keluarga yang sangat menyukai jalan-jalan dan makanan enak (catat, hanya lidah terlatih, kalau keterampilan memasak sih ya.. sama lah sama kita-kita ini yang mungkin ada yang bisa buat air sampe gosong, but not me.. of course..haha..I’ve practiced well you see :p). Namun, Violet, di usianya yang tentu bukan usia anak ABG lagi.. sama seperti kita juga, mungkin..mulai dikhawatirkan oleh keluarganya, karena Violet satu ini belum-belum juga mempunyai pacar.. Behh.. cerita lama. Iya sih, itu bukan hal biasa lagi, temen-temen juga mungkin sering denger lewat kuping sendiri sekali-sekali. 

Tapi, jangan khawatir. Violet ini bukan orang yang suka galau dan lenje kalau ‘dinasehatin’ kaya gitu. Violet termasuk wanita yang mandiri. Dia tetap mengejar passion yang dia suka, walaupun.. ada laki-laki super ganteng, punya usaha sendiri dan bisa diandalkan yang mencintai dia (akhirnya nemu juga). Aneh ya memang, sudah ada yang mapan di sampingnya tapi dia tetep terpaku buat ngejer passionnya. Bayangin.. dapet beasiswa ke luar negeri bow.. siapa yang ga ngiler yah.haha.. Tapi, namanya juga perempuan, suatu ketika muncul pribadinya yang lain, yang akhirnya ingin berlabuh. Bisa dibilang, kalau keinginan terbesar kamu udah terpenuhi, kamu akan berusaha memenuhi kebutuhan kamu yang lain juga kan? Yaitu teman hidupnya tentunya. Haha.. Untung Tuhan masih baik sama Violet, walopun dia udah menghancurkan hati orang yang sangat mencintainya dari lubuk hati terdalam kaya lagu .. duh apa sih.. gw inget kata2nya. “kumainkan sesuka hati, lalu kau kutinggal pergi..”  kejam banget yak rasanya, kaya ga tau diri gitu, namanya juga manusia, apalagi perempuan jaman sekarang, lebih complicated dongg.. Akhirnya ketemu lah dia dengan tambatan hatinya yang lain, yang orangnya ga neko-neko, yang ga jauh-jauh dari lingkungannya dulu, pengertian tentunya, ga usahlah memperdulikan dia kaya apa engga, asalkan sayang sama Violet dong. :3 So.. the story ends happily..

Baca buku ini uda kaya baca buku dongeng aja sih, walopun dilatar belakangi sama kehidupan zaman sekarang, dan restoran-restoran yang begitu menggugah selera. Sampai saya mau pindah job jadi editor kuliner aja nih.. hahah.. (skill nya bu.. skill.. :|). Untuk kamu yang cape dengan bacaan berat, dan butuh bacaan ringan yang bisa buat kamu ketawa, buku inilah salah satunya.hehe..

Soo... See you next time @another post :))

My late ~Gegap Gempita ~

Sebenarnya tulisan ini saya buat untuk mengikuti Short July sampai-sampai bingung mau memilih cerpen yang berjudul apa dan dari pengarang yang mana ya..hehe.. akhirnya malah ketelatan ngikutin, uda bulan apa ini. (Terima kasih sebelumnya untuk Maggie Tiojakin yang memuat cerpen ini di dalam fiksilotus.com) terpilihlah kisah dari Anton Chekhov berjudul asli Rapture (diterjemahkan menjadi Gegap Gempita) ini.

Detail: Kisah ini berjudul “Rapture”, diterjemahkan dari koleksi cerpen bertajuk Early Stories karya Anton Chekhov, terbitan Oxford University Press, 1994, edisi World’s Classics.

Book cover picture taken from here
Kisah bermula saat Mitya Kuldarov, seorang petugas administrasi tingkat 14 (tingkat terendah di jaman Kerajaan Rusia), pulang kerja ke rumahnya saat tengah malam (Ia masih tinggal bersama kedua orangtuanya dan ketiga adiknya). Hari telah malam dan kebanyakan keluarganya telah atau sedang bersiap-siap untuk tidur. Dengan tiba-tiba ia mengejutkan seluruh keluarganya di malam yang hening itu dengan sebuah berita yang begitu pentingnya bagi dia (mungkin oleh sebab ini judulnya gegap gempita ya..hehe..). Ia menegaskan berulang-ulang bahwa Ia telah diliput menjadi berita di dalam Koran dan semua orang di Rusia sekarang tentu akan mengenalnya.

“Aku sangat gembira, Bu—itu sebabnya! Sekarang semua orang di Rusia tahu tentang diriku! Semua orang! Tadinya yang mereka tahu hanyalah seorang petugas administrasi bernama Dmitry Kuldarov, tapi sekarang semua orang di Rusia tahu siapa aku! Ya ampun, Bu!”

Mau tahu apa yang menyebabkan dia sampai begitu heboh dan apa yang dilakukannya sampai bias masuk ke dalam Koran? Keluarganya saja sampai bingung dan terkaget-kaget.. nyahahah..Apakah anak perempuan mereka ini membual apa memang mabuk ya..Dan tentunya bukan karena ia ikut kontes bakat atau menyanyi atau korupsi seperti orang-orang yang sering muncul di TV dan koran sekarang ini. Ini masih di jaman Kerajaan Rusia juga sih ya.

Memang sih, nama nya masuk di dalam Koran, tapi bukan sebagai biografi atau apa, tapi masuk ke dalam koran tentang kejadian malam itu, tentang seorang pegawai administrasi tingkat 14 bernama Dmitry Kuldarov yang baru keluar dari pub jam 11 malam yang terpeleset dan jatuh di depan kereta kuda seorang petani yang menyebabkan entah bagaimana si kuda penarik kereta menyambar juga seorang pedagang yang entah bagaimana juga bias duduk di atas papan selancar hingga jatuh terjerembab.

Usai menceritakan beritanya di Koran, Mitya segera merebut kertas Koran dari tangan ayahnya, menyimpankan di saku dan siap-siap keluar untuk memperlihatkannya kepada semua orang-orang yang dikenalnya tanpa mengindahkan itu sudah tengah malam.

Hahha.. kocak..yang saya tangkap dari cerpen ini tentu, bagaimana ‘gegap gempita’nya suasana rumahnya malam itu akibat sebuah berita/artikel di dalam Koran yang mungkin kalau dinilai dari segi beritanya itu Cuma berita kecil saja. Sangat ribut dan gembiranya si Mitya sampai semua keluarganya terbangun dan menghampiri dia. Haha.. apa karena pekerjaan sebagai pegawai admin itu sangat membosankannya ya sampai dia rela mengeluarkan uang untuk pergi ke pub dan heboh oleh berita ‘kecil’nya di dalam Koran.hehehe..dan sangat istimewanya berita di Koran ini bagi dia karena orang seperti dia bisa masuk ke dalam Koran bersanding dengan orang-orang terkenal lainnya. Orang kecil pun bisa jadi sombong oleh harta karun yang diperolehnya. Dan Anton Chekhov telah mengemas cerita ini, yang mungkin tidak terlalu istimewa kalau dari inti ceritanya saja, menjadi alur sebuah cerita yang membuat si pembaca penasaran dan ingin membaca sampai akhir.hehe.. membuatmu makin tertarik untuk membuat kisah-kisah biasa menjadi menarik juga bukan?

Tuesday, 16 October 2012

Introduce You to TANGO

Ini pertama kalinya aku membuat resensi buku. Sangat ingin membuat sebenarnya untuk setiap buku yang pernah aku baca. Dengan resensi buku, aku berharap dapat mengingat dengan mudah apa isi dari buku yang aku baca (karena tidak semua buku seperti buku Harry Potter yang dapat dengan gamblang diingat olehku yang memang suka kisah petualangan antara sekelompok sahabat) dan mungkin menularkan semangat untuk membaca buku baru kepada orang lain. Enjoy your reading (^O^)/

Detail
Judul: Tango
Penulis: Goo Hye Sun
Penerbit: Ufuk Publishing House (2012)
Halaman: 307 hal.

Tokoh utama di dalam kisah ini adalah Yun, sampai akhir cerita namanya hanya disebutkan dengan Yun saja, seorang wanita freelance yang bekerja sebagai penerjemah. Pada awal cerita sang tokoh wanita memiliki pacar seorang Kang Jong Woon, bekerja paruh waktu juga sebagai guru menggambar anak-anak. Dari keseharian Yun dari awal sampai akhir cerita, Yun tidak terlalu banyak memiliki teman. Tapi dia memiliki teman yang setia dan menjadi curahan hatinya, seorang pegawai café yang sering dikunjungi oleh Yun bernama Hee Dae. Menurut Yun, Hee Dae yang gay bisa memperlakukan setiap pria atau wanita sebagai seorang ‘biasa’ apa adanya sehingga menyenangkan untuk bertukar pikiran dengannya. Yun juga akhirnya berteman dengan Song Eun Yi, ketua tim penerbit di tempat Yun bekerja paruh waktu sebagai penerjemah.

Dalam Tango, Yun sebagai penutur kisah kehidupannya. Yun yang mulai bisa mandiri, memutuskan hidup terpisah dari orang tuanya dan bekerja sebagai penerjemah. Walaupun freelancer, ia bisa mengongkosi hidupnya sendiri dan mulai mengisi rumahnya. Rupanya hal itu bisa dibilang salah satu penyebab putusnya hubungan Yun dan Jong Woon. Jong Woon sepertinya merasa tertekan karena ia merasa Yun lebih mandiri, lebih terfokus pada pekerjaannya dan tidak perduli akan dirinya. Sedangkan Yun, bisa dibilang ia menyenangi hidupnya saat itu, Ia memiliki Jong Woon yang ada setiap hari di rumahnya, memiliki pekerjaan sebagai penerjemah dan merasa sudah berusaha untuk menjaga hubungannya dengan Jong Woon dengan berusaha untuk mengerti tentang rokok, alkohol, kopi yang sebenarnya tidak ia sukai, tapi disukai oleh Jong Woon. Keduanya ingin bahagia, dan mencoba untuk mewujudkannya dengan caranya masing-masing.

Akhirnya Jong Woon dan Yun berpisah. Yun kehilangan arah. Di saat kehilangan arah tersebut, ia berkenalan dengan orang-orang baru secara langsung dan tidak langsung melalui Eun Yi. Lucunya Eun Yi ini hubungannya hanya sebatas pekerjaan, tapi dua orang baru yang dikenal oleh Yun ini kenal dengan Eun Yi. Orang baru pertama adalah Min Young, wakil penerbit yang berusia paruh baya, yang tiba-tiba saat pertemuan kedua dengan Yun, ia sudah mengajukan lamaran. Kemudian orang kedua adalah Park Si Hoo. Mantan kekasih Eun Yi, yang sebenarnya ingin dihindari oleh Yun saat dia tahu hubungan masa lalunya dengan Eun Yi tapi Yun seperti sudah tertarik jiwanya oleh Si Hoo sejak pertemuan pertama sehingga di kemudian hari ia tetap berhubungan dengan Si Hoo.

Dalam Tango, kita diajak menilik hidup Yun, mulai dari hubungan cintanya yang pertama dengan Jong Woon, kejatuhan yang dalam akibat perpisahan hingga menemui kenyataan, berusaha memahami kenyataan, sangat mencintai pribadi baru yang mengajarkan arti dari kenyataan dan berusaha menerima kenyataan, hingga perpisahan kedua yang sangat tiba-tiba dan bisa dibilang lebih ‘berkesan’ dari perpisahan pertama, tapi ia berhasil bangkit dengan kedewasaannya sebagai seorang pribadi wanita yang tegar.

Novel Tango bukan novel biasa yang mengutamakan perasaan cinta dan mengeksploitasinya sepanjang cerita. Aku serasa diajak untuk memahami seberapa dalam orang bisa jatuh karena cinta dan bagaimana menemui hidup baru dan mempunyai keinginan untuk hidup dan membuka pintu untuk menemui hal-hal baru.

Hye Sun sang penulis, juga mempunyai kemampuan menerjemahkan kata-katanya ke dalam gambar-gambar yang bisa Anda temui sepanjang buku ini. Sebagai penyuka buku bergambar, tentu aku suka banget kalo ada gambar-gambarnya seperti ini. Kadang gambar bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata. Salah satu gambarnya seperti di bawah ini:

you can see more of her drawings on this link forums.soompi.com

Quotes yang aku senang dari buku ini:
Saat Yun menanyakan perihal ‘kenyataan’ kepada Si Hoo. Kenyataan tarian tango harus dilakukan berdua dengan gerakan yang seirama, menggambarkan kisah hidup ‘yang’ menurut orang harus dijalani oleh 2 orang (sebaiknya menikah, dan sebaiknya sejalan). Si Hoo menjawab bahwa kenyataan itu adalah kenyataan yang disesuaikan dengan masyarakat modern, selama ini orang menjadi terbiasa dengan kenyataan itu padahal ‘kenyataan’ itu sendiri tidak ada artinya.

Jong Woon menanyakan, kenapa Yun harus bahagia. Yun menjawab, 
"Aku ada hari ini, saat ini, di tempat ini, sehingga aku harus bahagia. Karena walaupun semua hal sudah terkubur, aku masih belum terkubur. Oleh karena itu, aku harus bahagia." (Wow).

Bisikan Si Hoo di dalam angin,
“Hidup sama seperti awan. Waktu sama seperti angin. Kita harus menerima kenyataan itu.
Kau bisa kehilangan arah lagi, Lalu kau juga bisa mencurigai dirimu lagi.
Namun, jangan lupa. Jangan lupa bahwa kau bisa berkelana tanpa tujuan karena kau polos. Jangan lupa bahwa kau adalah manusia yang tidak dapat kehilangan kepolosanmu.”


Friday, 15 June 2012

My Train & My Job

Haiii...

Sudah lama rasanya aku membuat blog ini...
Tapi lom pernah ngepost apa-apa lagi selain post pertama soal perkereta apian..hahaha...
Gw cinta mati sama tu kereta. I'm part of commuters. Tapih.. ya itu lah..keretaku tak maju2..Seperti yg engkau lihat kl ada kereta api lewat. Dari dulu begitu2 aja tu kondisi si kereta api ekonomi. Dari jaman gw SD, naik kereta ke stasiun Kota buat ke Mangga Dua sampe sekarang, tu kereta ga berubah-ubah wujudnya.. (berapa tahun tuh uda, 20 mah lebih).
Bututtt terus.. Uda hebat deh kalo masih bisa jalan sampe sekarang. So, kl kereta ekonya mogok, lem biru ajah.

Dan.. sekarang gw lagi ga ada kerjaan seeee..ga ada kerjaan2nya di tengah2 hari kerja..
I love this part of my job..
hahha..
walopun terkadang serem sih..serem bangettt..
Ditinggalin di klien sendiri, dikasi tanggung jawab nyelesaiin kerjaan sendiri. Tapi data blum maju2.. Yah.. maju sedikit sih... abis makan siang langsung mandek lagi..
Oooouuwwhhh...intinya.. gw takut ga kerja kaya gini (uda mulai sinting kali gw).
Aukh dah.haha

Tapi ga ada yg penasaran soal gw kerja jadi apa kan?
Hehe. Good -.-b

Ciao,
Nadya

Tuesday, 1 November 2011

Keretaku Laju Larinya…

Terinspirasi oleh ucapan dalam fb nya Solidaritas Jabodetabek Untuk KRL Yang Lebih Baik (KRL aja ada perkumpulannya lohh..) gue tulis ulang lagi nih..

“Kalo ada pejabat yang sering (hobby) bilang : “silahkan cari alternatif transportasi lain (selain KRL)”, mungkin sudah saatnya kita jawab: “silahkan Bapak cari kerjaan laen deh. Kasih ke orang laen yang lebih peduli, ahli, professional…, kompeten.., dll, biar KRLnya terus aman lancer loh jinawi..."

Hihihi.. gue ketawa pas ngebacanya..

Tapi teman-teman, sebenarnya pemerintah peduli gak sih sama kita?

Pemerintah bilang, mau mengurangi kemacetan. Pas ditanya solusinya gimana Pak?
Mereka bilang gunakan sarana transportasi umum…(mangkanye ada busway yang bikin kesal sebagian orang, tp sebagian orang lagi benar2 butuh lohh.. Gak semua orang punya mobil buat kemana2)

Terus, kita pake dong yah, tu transportasi umum. Sekali pake.. okeh.. banyak orang pake, telat dikit, gapapa.. mungkin nantinya bakal ada perbaikan..
Nyatanyaaa yaahh.. ibu2.. bapak2.. adek2 sekalian..

Mana perbaikaannnyaaaa…
Wong kereta aja masih suka ngadat gara2 rusak di jalan,
Wong keretanya aja masih kurang banget sampe tiap pagi tuh yee.. orang2 mau ga mau naek tu ke atep kereta..Seringnya kereta ekonomi yang kaya begini..Sarana transportasi bersubsidi paling murah meriah. Bogor-Jakarta Rp2.000,-..ckckck..

Penumpang bergelayutan di atap dan pintu KRL Ekonomi Bogor - Jakarta Kota
 photo credit: Ramdani, Media Indonesia

Muke gile kan tuh.. gw ngeliatnya aja ngeri.. tapi apa daya.. semuanya cuma omong doang..
Please deh ya Pak, kalo bapak bener2 mau ngatasin kemacetan, benerin dong tuh yang bener, tu kereta ditambah jalurnya, busway ditambah armadanya, Jangan jalan aja tu yang dilebarin.

Mesti mikir dong, sarana transportasi apa yang paling bisa ngangkut orang banyak dalam sekali waktu, yang juga tepat waktu, dan nyaman. Kalo beneran uda ada, ga bakalan tuh, namanya macet2.
Orang juga ga usah dihimbau juga bakal naek itu transportasi umum yang uda disediain..

Makanya yah Pak. Sekali lagi.. Coba deh. Bener2 ditilik lagi kerjaanya, uda maksimal belum sih ente2 ini kerja, kita kan bayar pajak gak cuman buat dihambur2in doang.. Kita pengen ada orang pinter, yang bener2 loyal sama negaranya, ga itungan, pengen negaranya maju..
Itu tuh yang baru namanya cinta sama Negara sendiri, Negara Indonesia, Ga cuma koar2 suru orang pake batik doang.. (pencitraaan.. ***** tuh pencitraan,.. emang pencitraan bisa kasi makan rakyat Indonesia)

·    *Maafkan jika ada kata-kata di atas yang kurang atau sangat tidak sopan. Kritik dan saran sangat disambut baik. Terima kasih..