Saturday, 31 August 2013

Come with me to Le Cirque des Reves - Sirkus Mimpi

Introduce you to one of some books that I love the most. I just found it a couple months ago, like the black cover (in US/UK edition), restlessly to read it, drowned to the night circus world and yet willingly to read it for second, third or countless times...

Judul: The Night Circus
Penulis: Erin Morgenstern
Penerbit: Penerbit Mizan - PT Mizan Pustaka
Cetakan I: Januari 2013
Tebal: 610 halaman
Author's website: erinmorgenstern.com (you can also see the first chapter-in english- from the book here).











The circus arrives without warning.

No announcements precede it, no paper notices on downtown posts and billboards, no mentions or advertisements in local newspapers. It is simply there, when yesterday it was not.

And the black sign painted in white letters that hangs upon the gates, the one that reads:

Opens at Nightfall
Closes at Dawn

Kamu dibawa ke awal, asal mula pertempuran ini berawal di New York, bulan Februari 1873.  Prospero, the Enchanter, mendapat paket kiriman yang sungguh tak terduga, apalagi paket itu "hidup". Anak perempuan bermata cemerlang dengan rambut ikal cokelat acak-acakan yang merupakan anak tak terduga dari sang pesulaplah paketnya. Tadinya Prospero benar-benar keberatan (berberat hati) menerima setelah melihat kemunculan anak itu. (Ucapan pertama saat ketemu putrinya ialah "Ah, bangsat." from original english version "Well, fuck." --' fiuhh, bapak mana ini yang kaya begini).

Namun beberapa saat setelahnya pendapatnya langsung berubah, ketika Celia, sang anak, memecahkan secangkir teh porselen bermotif bunga yang sengaja disediakan untuknya. Tanpa menyentuh, tanpa ada hujan badai ataupun petir menyambar dalam ruangan yang bisa memanipulasi keadaan (lebai u Nad), cangkir itu pecah karena Celia kesal bapaknya yang mengeluh soal nama yang diberikan ibunya, yakni kenapa ga dikasih nama Miranda aja.  (not a good first impression after meeting his long abandoned kid --'). Prospero dengan mantap langsung bisa membalikkan cangkir ke keadaan semula yang tanpa cacat dan mulai menganggap menarik putri barunya itu.

Beberapa bulan setelah itu, di London, Oktober 1873, surat yang dikirimnya dari seberang lautan setelah bertemu putrinya akhirnya membuahkan hasil. Sang penerima surat muncul di pertunjukkannya di London, tepatnya di kamar gantinya. Seorang pria bersetelah abu-abu yang sangat tidak akan kau sadari keberadaannya walaupun dia satu ruangan sama kamu. Sebuah tantangan yang telah berjalan beratus-ratus tahun lamanya diadakan kembali, berdasarkan kesepakatan kedua orang itu. Masing-masing akan mengajar dan mempertemukan kedua anak muridnya di dalam sebuah arena yang belum ditentukan apa (sirkus pastinya) dimana kedua anak murid tersebut akan saling berusaha untuk memanipulasi hasil karya sulap masing-masing. Prospero, dengan putrinya Celia dan Mr. abu-abu (Mr. A.H atau belakangan disebut juga Alexander) dengan anak laki-laki yang diambilnya dari panti asuhan baru saja setelah tantangan diputuskan untuk diadakan, ga tau anak siapa, dia akhirnya menamai dirinya sendiri Marco Alisdair. Hadiahnya tidak ditentukan apa, waktunya pun tidak dibatasi sampai kapan, hanya mereka dan ilusi (sulap) yang dibuatnya.

Buku itu seperti membujuk saya untuk terus langsung menghabiskannya lembar demi lembar. Semua bagian di dalam buku itu, yang tadinya dipikir tidak saling bertautan karena menunjukkan periode yang berbeda, sekarang mulai menunjukkan tali merahnya. Tahun-tahun semakin mendekat, seiring dengan halaman-halaman yang semakin tebal sudah terbaca. Akhirnya bagaimana ya, itu yang membuat pikiran saya selalu kembali lagi ke buku itu. Di dalam buku ini, kita bisa mengetahui, bagaimana Celia & Marco, mulai belajar dari awal, sampai akhirnya hebat banget sulapnya. Hasil karya sulap keduanya juga digambarkan hebat dan imajinatif banget. Kalau ada sirkus kaya begitu, saya datengin juga deh tiap hari. Dan tentu saja, karena pemeran utamanya Celia & Marco, bisa dipastikan ada unsur romancenya dong (xixixi).

Buku ini akhirnya selesai, ada rasa tenang karena sudah bisa tidur dengan benar setelah 4 hari ngebut baca buku karena ingin tahu endingnya (buku ini seperti punya pemikat sendiri supaya saya mau baca sampai habis :p).

Photo taken from bibliojunkie.wordpress.com
The book in black looks sooo interesting right? If only I have one .. :'(

Untuk cover, saya sebenarnya lebih suka covernya yang warna hitam, agak kaget pas tau yang versi Indonesia kok merah sendiri ya. Kurang menggambarkan warna asli dari tenda-tenda sirkus yang hitam putih. hahaha, tapi yaa, saya tetep suka juga kok. ^^

Buku ini sedang dibuat filmnya (wuih). Di tahun 2011, Summit Entertainment dan David Heyman (produser Harry Potter) membeli hak untuk mengadaptasi buku ini jadi film. Moira Buffini, penulis skrip untuk Jane Eyre, ditunjuk untuk membuat skrip nya. Banyak juga fan art untuk barang-barang ataupun karakter yang ada di buku ini. Salah satunya fan art untuk jam besar yang ada di dekat pintu utama sirkus.

See more on www.deviantart.com

Quotes that I like:
"A dreamer is one who can only find his way by moon-light, and his punishment is that he sees the dawn before the rest of the world.
---Oscar Wilde, 1888
"Rahasia mengandung kekuatan. Kekuatan itu sirna saat rahasia dibocorkan, jadi, semua rahasia seharusnya dijaga dengan baik."

"Terperangkap di suatu tempat sebenarnya tidak buruk, tergantung pada sejauh apa kau menyukai tempatmu terperangkap, dan, sejauh apa kau menyukai siapa pun yang terperangkap di sana bersamamu."
--rangkuman percakapan Widget & Poppet

No comments:

Post a Comment