Penulis: Goo
Hye Sun
Penerbit: Ufuk Publishing House (2012)
Halaman: 307 hal.
Penerbit: Ufuk Publishing House (2012)
Halaman: 307 hal.
Tokoh utama
di dalam kisah ini adalah Yun, sampai akhir cerita namanya hanya disebutkan
dengan Yun saja, seorang wanita freelance yang bekerja sebagai penerjemah. Pada
awal cerita sang tokoh wanita memiliki pacar seorang Kang Jong Woon, bekerja
paruh waktu juga sebagai guru menggambar anak-anak. Dari keseharian Yun dari
awal sampai akhir cerita, Yun tidak terlalu banyak memiliki teman. Tapi dia
memiliki teman yang setia dan menjadi curahan hatinya, seorang pegawai
café yang sering dikunjungi oleh Yun bernama Hee Dae. Menurut Yun, Hee Dae yang
gay bisa memperlakukan setiap pria atau wanita sebagai seorang ‘biasa’ apa
adanya sehingga menyenangkan untuk bertukar pikiran dengannya. Yun juga
akhirnya berteman dengan Song Eun Yi, ketua tim penerbit di tempat Yun bekerja
paruh waktu sebagai penerjemah.
Dalam
Tango, Yun sebagai penutur kisah kehidupannya. Yun yang mulai bisa mandiri,
memutuskan hidup terpisah dari orang tuanya dan bekerja sebagai penerjemah. Walaupun
freelancer, ia bisa mengongkosi hidupnya sendiri dan mulai mengisi rumahnya.
Rupanya hal itu bisa dibilang salah satu penyebab putusnya hubungan Yun dan
Jong Woon. Jong Woon sepertinya merasa tertekan karena ia merasa Yun lebih
mandiri, lebih terfokus pada pekerjaannya dan tidak perduli akan dirinya. Sedangkan
Yun, bisa dibilang ia menyenangi hidupnya saat itu, Ia memiliki Jong Woon yang
ada setiap hari di rumahnya, memiliki pekerjaan sebagai penerjemah dan merasa
sudah berusaha untuk menjaga hubungannya dengan Jong Woon dengan berusaha untuk
mengerti tentang rokok, alkohol, kopi yang sebenarnya tidak ia sukai, tapi
disukai oleh Jong Woon. Keduanya ingin bahagia, dan mencoba untuk mewujudkannya
dengan caranya masing-masing.
Akhirnya
Jong Woon dan Yun berpisah. Yun kehilangan arah. Di saat kehilangan arah
tersebut, ia berkenalan dengan orang-orang baru secara langsung dan tidak
langsung melalui Eun Yi. Lucunya Eun Yi ini hubungannya hanya sebatas
pekerjaan, tapi dua orang baru yang dikenal oleh Yun ini kenal dengan Eun Yi.
Orang baru pertama adalah Min Young, wakil penerbit yang berusia paruh baya,
yang tiba-tiba saat pertemuan kedua dengan Yun, ia sudah mengajukan lamaran.
Kemudian orang kedua adalah Park Si Hoo. Mantan kekasih Eun Yi, yang sebenarnya
ingin dihindari oleh Yun saat dia tahu hubungan masa lalunya dengan Eun Yi tapi
Yun seperti sudah tertarik jiwanya oleh Si Hoo sejak pertemuan pertama sehingga
di kemudian hari ia tetap berhubungan dengan Si Hoo.
Dalam
Tango, kita diajak menilik hidup Yun, mulai dari hubungan cintanya yang pertama
dengan Jong Woon, kejatuhan yang dalam akibat perpisahan hingga menemui
kenyataan, berusaha memahami kenyataan, sangat mencintai pribadi baru yang
mengajarkan arti dari kenyataan dan berusaha menerima kenyataan, hingga
perpisahan kedua yang sangat tiba-tiba dan bisa dibilang lebih ‘berkesan’ dari
perpisahan pertama, tapi ia berhasil bangkit dengan kedewasaannya sebagai
seorang pribadi wanita yang tegar.
Novel Tango
bukan novel biasa yang mengutamakan perasaan cinta dan mengeksploitasinya
sepanjang cerita. Aku serasa diajak untuk memahami seberapa dalam orang bisa
jatuh karena cinta dan bagaimana menemui hidup baru dan mempunyai keinginan
untuk hidup dan membuka pintu untuk menemui hal-hal baru.
Hye Sun sang penulis, juga mempunyai kemampuan menerjemahkan kata-katanya ke dalam gambar-gambar yang bisa Anda temui sepanjang buku ini. Sebagai penyuka buku bergambar, tentu aku suka banget kalo ada gambar-gambarnya seperti ini. Kadang gambar bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata. Salah satu gambarnya seperti di bawah ini:
Hye Sun sang penulis, juga mempunyai kemampuan menerjemahkan kata-katanya ke dalam gambar-gambar yang bisa Anda temui sepanjang buku ini. Sebagai penyuka buku bergambar, tentu aku suka banget kalo ada gambar-gambarnya seperti ini. Kadang gambar bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata. Salah satu gambarnya seperti di bawah ini:
you can see more of her drawings on this link forums.soompi.com
Quotes yang aku senang dari buku ini:
Saat Yun
menanyakan perihal ‘kenyataan’ kepada Si Hoo. Kenyataan tarian tango harus
dilakukan berdua dengan gerakan yang seirama, menggambarkan kisah hidup ‘yang’
menurut orang harus dijalani oleh 2 orang (sebaiknya menikah, dan sebaiknya
sejalan). Si Hoo menjawab bahwa kenyataan itu adalah kenyataan yang disesuaikan
dengan masyarakat modern, selama ini orang menjadi terbiasa dengan kenyataan
itu padahal ‘kenyataan’ itu sendiri tidak ada artinya.
Jong Woon
menanyakan, kenapa Yun harus bahagia. Yun menjawab,
"Aku ada hari ini, saat ini, di tempat ini, sehingga aku harus bahagia. Karena walaupun semua hal sudah terkubur, aku masih belum terkubur. Oleh karena itu, aku harus bahagia." (Wow).
"Aku ada hari ini, saat ini, di tempat ini, sehingga aku harus bahagia. Karena walaupun semua hal sudah terkubur, aku masih belum terkubur. Oleh karena itu, aku harus bahagia." (Wow).
Bisikan Si Hoo di dalam angin,
“Hidup sama
seperti awan. Waktu sama seperti angin. Kita harus menerima kenyataan itu.
Kau bisa
kehilangan arah lagi, Lalu kau juga bisa mencurigai dirimu lagi.
Namun,
jangan lupa. Jangan lupa bahwa kau bisa berkelana tanpa tujuan karena kau
polos. Jangan lupa bahwa kau adalah manusia yang tidak dapat kehilangan
kepolosanmu.”

