Tuesday, 16 October 2012

Introduce You to TANGO

Ini pertama kalinya aku membuat resensi buku. Sangat ingin membuat sebenarnya untuk setiap buku yang pernah aku baca. Dengan resensi buku, aku berharap dapat mengingat dengan mudah apa isi dari buku yang aku baca (karena tidak semua buku seperti buku Harry Potter yang dapat dengan gamblang diingat olehku yang memang suka kisah petualangan antara sekelompok sahabat) dan mungkin menularkan semangat untuk membaca buku baru kepada orang lain. Enjoy your reading (^O^)/

Detail
Judul: Tango
Penulis: Goo Hye Sun
Penerbit: Ufuk Publishing House (2012)
Halaman: 307 hal.

Tokoh utama di dalam kisah ini adalah Yun, sampai akhir cerita namanya hanya disebutkan dengan Yun saja, seorang wanita freelance yang bekerja sebagai penerjemah. Pada awal cerita sang tokoh wanita memiliki pacar seorang Kang Jong Woon, bekerja paruh waktu juga sebagai guru menggambar anak-anak. Dari keseharian Yun dari awal sampai akhir cerita, Yun tidak terlalu banyak memiliki teman. Tapi dia memiliki teman yang setia dan menjadi curahan hatinya, seorang pegawai cafĂ© yang sering dikunjungi oleh Yun bernama Hee Dae. Menurut Yun, Hee Dae yang gay bisa memperlakukan setiap pria atau wanita sebagai seorang ‘biasa’ apa adanya sehingga menyenangkan untuk bertukar pikiran dengannya. Yun juga akhirnya berteman dengan Song Eun Yi, ketua tim penerbit di tempat Yun bekerja paruh waktu sebagai penerjemah.

Dalam Tango, Yun sebagai penutur kisah kehidupannya. Yun yang mulai bisa mandiri, memutuskan hidup terpisah dari orang tuanya dan bekerja sebagai penerjemah. Walaupun freelancer, ia bisa mengongkosi hidupnya sendiri dan mulai mengisi rumahnya. Rupanya hal itu bisa dibilang salah satu penyebab putusnya hubungan Yun dan Jong Woon. Jong Woon sepertinya merasa tertekan karena ia merasa Yun lebih mandiri, lebih terfokus pada pekerjaannya dan tidak perduli akan dirinya. Sedangkan Yun, bisa dibilang ia menyenangi hidupnya saat itu, Ia memiliki Jong Woon yang ada setiap hari di rumahnya, memiliki pekerjaan sebagai penerjemah dan merasa sudah berusaha untuk menjaga hubungannya dengan Jong Woon dengan berusaha untuk mengerti tentang rokok, alkohol, kopi yang sebenarnya tidak ia sukai, tapi disukai oleh Jong Woon. Keduanya ingin bahagia, dan mencoba untuk mewujudkannya dengan caranya masing-masing.

Akhirnya Jong Woon dan Yun berpisah. Yun kehilangan arah. Di saat kehilangan arah tersebut, ia berkenalan dengan orang-orang baru secara langsung dan tidak langsung melalui Eun Yi. Lucunya Eun Yi ini hubungannya hanya sebatas pekerjaan, tapi dua orang baru yang dikenal oleh Yun ini kenal dengan Eun Yi. Orang baru pertama adalah Min Young, wakil penerbit yang berusia paruh baya, yang tiba-tiba saat pertemuan kedua dengan Yun, ia sudah mengajukan lamaran. Kemudian orang kedua adalah Park Si Hoo. Mantan kekasih Eun Yi, yang sebenarnya ingin dihindari oleh Yun saat dia tahu hubungan masa lalunya dengan Eun Yi tapi Yun seperti sudah tertarik jiwanya oleh Si Hoo sejak pertemuan pertama sehingga di kemudian hari ia tetap berhubungan dengan Si Hoo.

Dalam Tango, kita diajak menilik hidup Yun, mulai dari hubungan cintanya yang pertama dengan Jong Woon, kejatuhan yang dalam akibat perpisahan hingga menemui kenyataan, berusaha memahami kenyataan, sangat mencintai pribadi baru yang mengajarkan arti dari kenyataan dan berusaha menerima kenyataan, hingga perpisahan kedua yang sangat tiba-tiba dan bisa dibilang lebih ‘berkesan’ dari perpisahan pertama, tapi ia berhasil bangkit dengan kedewasaannya sebagai seorang pribadi wanita yang tegar.

Novel Tango bukan novel biasa yang mengutamakan perasaan cinta dan mengeksploitasinya sepanjang cerita. Aku serasa diajak untuk memahami seberapa dalam orang bisa jatuh karena cinta dan bagaimana menemui hidup baru dan mempunyai keinginan untuk hidup dan membuka pintu untuk menemui hal-hal baru.

Hye Sun sang penulis, juga mempunyai kemampuan menerjemahkan kata-katanya ke dalam gambar-gambar yang bisa Anda temui sepanjang buku ini. Sebagai penyuka buku bergambar, tentu aku suka banget kalo ada gambar-gambarnya seperti ini. Kadang gambar bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata. Salah satu gambarnya seperti di bawah ini:

you can see more of her drawings on this link forums.soompi.com

Quotes yang aku senang dari buku ini:
Saat Yun menanyakan perihal ‘kenyataan’ kepada Si Hoo. Kenyataan tarian tango harus dilakukan berdua dengan gerakan yang seirama, menggambarkan kisah hidup ‘yang’ menurut orang harus dijalani oleh 2 orang (sebaiknya menikah, dan sebaiknya sejalan). Si Hoo menjawab bahwa kenyataan itu adalah kenyataan yang disesuaikan dengan masyarakat modern, selama ini orang menjadi terbiasa dengan kenyataan itu padahal ‘kenyataan’ itu sendiri tidak ada artinya.

Jong Woon menanyakan, kenapa Yun harus bahagia. Yun menjawab, 
"Aku ada hari ini, saat ini, di tempat ini, sehingga aku harus bahagia. Karena walaupun semua hal sudah terkubur, aku masih belum terkubur. Oleh karena itu, aku harus bahagia." (Wow).

Bisikan Si Hoo di dalam angin,
“Hidup sama seperti awan. Waktu sama seperti angin. Kita harus menerima kenyataan itu.
Kau bisa kehilangan arah lagi, Lalu kau juga bisa mencurigai dirimu lagi.
Namun, jangan lupa. Jangan lupa bahwa kau bisa berkelana tanpa tujuan karena kau polos. Jangan lupa bahwa kau adalah manusia yang tidak dapat kehilangan kepolosanmu.”


No comments:

Post a Comment