Monday, 5 November 2012

No Dinner Date. -Whaaat?!!


Tes2.. Yippee.. OK Mari kita mulai. Saya baca buku ini sambil tergopoh2 membaca buku klasik yang satu lagi. Ga selesai-selesai tu buku, padahal buku pinjeman.. maaf @ayurisya :’( Akan segera kuselesaikan dan dibuat reviewnya tentunya.

Detail
Judul: No Dinner Date.
Penulis: Intan Lui B
Penerbit: Homerian Pustaka (2010)
Halaman: 180h

Hai.. selamat berjumpa dengan saudari Violet Vienna, sang kritikus makanan, yang lidahnya itu benar-benar ahli mencicipi makanan. Lidah terlatih dari keluarga yang sangat menyukai jalan-jalan dan makanan enak (catat, hanya lidah terlatih, kalau keterampilan memasak sih ya.. sama lah sama kita-kita ini yang mungkin ada yang bisa buat air sampe gosong, but not me.. of course..haha..I’ve practiced well you see :p). Namun, Violet, di usianya yang tentu bukan usia anak ABG lagi.. sama seperti kita juga, mungkin..mulai dikhawatirkan oleh keluarganya, karena Violet satu ini belum-belum juga mempunyai pacar.. Behh.. cerita lama. Iya sih, itu bukan hal biasa lagi, temen-temen juga mungkin sering denger lewat kuping sendiri sekali-sekali. 

Tapi, jangan khawatir. Violet ini bukan orang yang suka galau dan lenje kalau ‘dinasehatin’ kaya gitu. Violet termasuk wanita yang mandiri. Dia tetap mengejar passion yang dia suka, walaupun.. ada laki-laki super ganteng, punya usaha sendiri dan bisa diandalkan yang mencintai dia (akhirnya nemu juga). Aneh ya memang, sudah ada yang mapan di sampingnya tapi dia tetep terpaku buat ngejer passionnya. Bayangin.. dapet beasiswa ke luar negeri bow.. siapa yang ga ngiler yah.haha.. Tapi, namanya juga perempuan, suatu ketika muncul pribadinya yang lain, yang akhirnya ingin berlabuh. Bisa dibilang, kalau keinginan terbesar kamu udah terpenuhi, kamu akan berusaha memenuhi kebutuhan kamu yang lain juga kan? Yaitu teman hidupnya tentunya. Haha.. Untung Tuhan masih baik sama Violet, walopun dia udah menghancurkan hati orang yang sangat mencintainya dari lubuk hati terdalam kaya lagu .. duh apa sih.. gw inget kata2nya. “kumainkan sesuka hati, lalu kau kutinggal pergi..”  kejam banget yak rasanya, kaya ga tau diri gitu, namanya juga manusia, apalagi perempuan jaman sekarang, lebih complicated dongg.. Akhirnya ketemu lah dia dengan tambatan hatinya yang lain, yang orangnya ga neko-neko, yang ga jauh-jauh dari lingkungannya dulu, pengertian tentunya, ga usahlah memperdulikan dia kaya apa engga, asalkan sayang sama Violet dong. :3 So.. the story ends happily..

Baca buku ini uda kaya baca buku dongeng aja sih, walopun dilatar belakangi sama kehidupan zaman sekarang, dan restoran-restoran yang begitu menggugah selera. Sampai saya mau pindah job jadi editor kuliner aja nih.. hahah.. (skill nya bu.. skill.. :|). Untuk kamu yang cape dengan bacaan berat, dan butuh bacaan ringan yang bisa buat kamu ketawa, buku inilah salah satunya.hehe..

Soo... See you next time @another post :))

My late ~Gegap Gempita ~

Sebenarnya tulisan ini saya buat untuk mengikuti Short July sampai-sampai bingung mau memilih cerpen yang berjudul apa dan dari pengarang yang mana ya..hehe.. akhirnya malah ketelatan ngikutin, uda bulan apa ini. (Terima kasih sebelumnya untuk Maggie Tiojakin yang memuat cerpen ini di dalam fiksilotus.com) terpilihlah kisah dari Anton Chekhov berjudul asli Rapture (diterjemahkan menjadi Gegap Gempita) ini.

Detail: Kisah ini berjudul “Rapture”, diterjemahkan dari koleksi cerpen bertajuk Early Stories karya Anton Chekhov, terbitan Oxford University Press, 1994, edisi World’s Classics.

Book cover picture taken from here
Kisah bermula saat Mitya Kuldarov, seorang petugas administrasi tingkat 14 (tingkat terendah di jaman Kerajaan Rusia), pulang kerja ke rumahnya saat tengah malam (Ia masih tinggal bersama kedua orangtuanya dan ketiga adiknya). Hari telah malam dan kebanyakan keluarganya telah atau sedang bersiap-siap untuk tidur. Dengan tiba-tiba ia mengejutkan seluruh keluarganya di malam yang hening itu dengan sebuah berita yang begitu pentingnya bagi dia (mungkin oleh sebab ini judulnya gegap gempita ya..hehe..). Ia menegaskan berulang-ulang bahwa Ia telah diliput menjadi berita di dalam Koran dan semua orang di Rusia sekarang tentu akan mengenalnya.

“Aku sangat gembira, Bu—itu sebabnya! Sekarang semua orang di Rusia tahu tentang diriku! Semua orang! Tadinya yang mereka tahu hanyalah seorang petugas administrasi bernama Dmitry Kuldarov, tapi sekarang semua orang di Rusia tahu siapa aku! Ya ampun, Bu!”

Mau tahu apa yang menyebabkan dia sampai begitu heboh dan apa yang dilakukannya sampai bias masuk ke dalam Koran? Keluarganya saja sampai bingung dan terkaget-kaget.. nyahahah..Apakah anak perempuan mereka ini membual apa memang mabuk ya..Dan tentunya bukan karena ia ikut kontes bakat atau menyanyi atau korupsi seperti orang-orang yang sering muncul di TV dan koran sekarang ini. Ini masih di jaman Kerajaan Rusia juga sih ya.

Memang sih, nama nya masuk di dalam Koran, tapi bukan sebagai biografi atau apa, tapi masuk ke dalam koran tentang kejadian malam itu, tentang seorang pegawai administrasi tingkat 14 bernama Dmitry Kuldarov yang baru keluar dari pub jam 11 malam yang terpeleset dan jatuh di depan kereta kuda seorang petani yang menyebabkan entah bagaimana si kuda penarik kereta menyambar juga seorang pedagang yang entah bagaimana juga bias duduk di atas papan selancar hingga jatuh terjerembab.

Usai menceritakan beritanya di Koran, Mitya segera merebut kertas Koran dari tangan ayahnya, menyimpankan di saku dan siap-siap keluar untuk memperlihatkannya kepada semua orang-orang yang dikenalnya tanpa mengindahkan itu sudah tengah malam.

Hahha.. kocak..yang saya tangkap dari cerpen ini tentu, bagaimana ‘gegap gempita’nya suasana rumahnya malam itu akibat sebuah berita/artikel di dalam Koran yang mungkin kalau dinilai dari segi beritanya itu Cuma berita kecil saja. Sangat ribut dan gembiranya si Mitya sampai semua keluarganya terbangun dan menghampiri dia. Haha.. apa karena pekerjaan sebagai pegawai admin itu sangat membosankannya ya sampai dia rela mengeluarkan uang untuk pergi ke pub dan heboh oleh berita ‘kecil’nya di dalam Koran.hehehe..dan sangat istimewanya berita di Koran ini bagi dia karena orang seperti dia bisa masuk ke dalam Koran bersanding dengan orang-orang terkenal lainnya. Orang kecil pun bisa jadi sombong oleh harta karun yang diperolehnya. Dan Anton Chekhov telah mengemas cerita ini, yang mungkin tidak terlalu istimewa kalau dari inti ceritanya saja, menjadi alur sebuah cerita yang membuat si pembaca penasaran dan ingin membaca sampai akhir.hehe.. membuatmu makin tertarik untuk membuat kisah-kisah biasa menjadi menarik juga bukan?